Kamis, 15 Oktober 2015

Pengertian Cybersex

cybersex  adalah bertemunya dua orang atau lebih melalui jaringan computer/internet dimana mereka saling mengirim pesan tentang sex dan berpura-pura sedang mengalami/menjalani sex yang sebenarnya. Dalam cybersex pelaku melalui pesan teks, suara atau video saling mengirim pesan yang merangsang dirinya sendiri dan pasangannya untuk mencapai orgasme seksual.

Cybersex, saat ini telah menjadi sebuah fenomena seksual yang bertumbuh cukup pesat, terutama di kota-kota besar dimana internet semakin mudah diakses. Apalagi ditambah pula semakin menjamurnya situs porno, fasilitas chatting yang menawarkan webcam dan internet phone. Bila sudah menjadi kecanduan, cybersex ini menjadi kombinasi adiksi, yaitu adiksi seks dan adiksi internet, dimana seseorang secara berulang menggunakan fasilitas internet guna pemuasan hasrat seksualnya. Secara harfiah, cybersex dapat diartikan sebagai pemuasan hasrat seksual menggunakan fasilitas internet. Bahkan, fenomena ini telah merambah dunia bisnis, tentunya untuk meraup keuntungan dari berbagai jasa yang ditawarkan.

Cybersex secara garis besar terdapat 3 kategori :

Ø  Online porn: gambar porno, dan cerita-cerita erotis
ؠ Real time interaction: chatting dimana topik yang dibicarakan adalah seks, “berhubungan seksual” lewat dunia maya, webcam sex.
Ø  Multimedia-software: game erotis, video porno.

Penyebap Kecanduan Cybersex
Selain tentunya penyebab adiksi/kecanduan seperti pada umumnya, cybersex ini dapat menjerat para pelakunya menjadi kecanduan karena:

1. Aksesibilitas Saat ini fasilitas internet telah dapat diakses dengan sangat mudah. Dalam arti dapat dikonsumsi secara publik dari berbagai golongan sosial tanpa memandang usia, pekerjaan, jenis kelamin, dll.

2. Isolasi Cybersex menawarkan kesempatan seseorang untuk terpisah dari orang lain, dan lebih jauh lagi untuk terperosok lebih jauh lagi dalam hal fantasi seksualnya tanpa takut tertular penyakit, kehamilan tak diinginkan, dll.

3. Anonim Kondisi para pelaku cybersex yang anonim ini membuatnya lebih kecanduan menggunakan internet sebagai fasilitas pemuas hasrat seksual. Cybersex menawarkan anonimitas, dimana pelakunya tidak perlu takut dikenali masyarakat bila mengunjungi prostitusi, mengunjungi sex shop, striptease club, dll. Dan identitas di dunia maya pun dapat dikaburkan.

4. Terjangkau Saat ini, fasilitas cybersex sangat terjangkau, dan internet juga cukup murah. Fasilitas chatting gratis, begitupula materi-materi porno yang terkandung dalam berbagai situs porno juga banyak yang dapat dilihat tanpa biaya hingga dapat di-download dengan cepat. Tentu saja dibandingkan dengan jasa prostitusi yang berbayar dan berisiko tertular penyakit.

5. Fantasi Cybersex juga menawarkan bagi pelakunya untuk berfantasi secara bebas dimana mungkin fantasinya itu bertentangan dengan norma masyarakat. Termasuk didalamnya adalah menentukan kriteria fisik lawan jenis yang diinginkan, skenario chat sex yang akan dinikmati.

Bahaya Dari Cybersex

Secara umum, sebagaimana adiksi/kecanduan yang lainnya, akan meberikan dampak yang buruk jika telah berdampak pada kehidupan sehari-hari pelakunya sehingga mengganggu fungsi indivdu tersebut (pekerjaan, rumah tangga, dan hubungan sosial interpersonal lainnya). Karena dengan konsumsi internet, tentu akan melepaskan dirinya sejenak dengan dunia nyata termasuk hubungan sosial dengan orang lain. Tentu saja bila hal ini dfibiarkan akan memperburuk hubungan interpersonal orang tersebut yang bisa berakibat ke perceraian, pemecatan dari pekerjaan, dan dikucilkan masyarakat.

Walaupun telah dikatakan anonim, namun jika pelaku tidak berhati-hati dalam berhubungan melalui dunia maya ini, tentu saja dapat berdampak buruk pada imej dirinya di masyarakat (misalnya foto/video asusila yang tersebar luas di dunia maya karena kelalaian), apalagi bila orang tersebut adalah figur publik, seperti yang terjadi baru-baru ini pada artis-artis.

Akibat dari cybersex yang menyebabkan kecanduan ini, pelaku menjadi lebih kurang produktif, dan bisa jadi pada tingkat yang lebih berat lagi lebih menikmati masturbasi didepan komputer dibandingkan berhubungan dengan pasangan. Seperti yang telah disebutkan, kedua hal tadi dapat berakibat ke pemecatan dari pekerjaan dan perceraian. Walau di Indonesia saat ini cybersex mungkin suatu yang tidak wajar. Tapi suatu saat, ketika perkembangan komputer dan pengakses internet sudah merata ke seluruh Indonesia cyber sex boleh jadi bisa menjadi suatu yang wajar. Fenomena ini mirip dengan homoseksual yang dulu dianggap sebagai penyimpangan seks dan bertentangan dengan norma masyarakat, namun saat ini (walaupun masih terdapat kontroversi) sudah mulai dapat diterima sebagai variasi preverensi seksual dan dianggap wajar.

SUMBER: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar