Sabtu, 04 Juni 2016

7 Sejarah Singkat Kerajaan-Kerajaan di Nusantara

 7 Sejarah Singkat Kerajaan-Kerajaan di Nusantara

1. Kerajaan Kutai
    Kerajaan kutai merupakan kerajaan hindu pertama dan tertua di Indonesia, kerajaan ini di dirikan sekitar tahun 400 M, ditepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Raja-raja yang memerintah adalah
    Maharaja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman (pendiri)
    Maharaja Aswawarman (anak Kundungga)
    Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman)

2. Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Hindu tertua ke-dua adalah kerajaan Tarumanegara, Kerajaan ini berdiri tahun 450 tahun Masehi. Prasasti-prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara bisa dijumpai di daerah Bogor, di Banten dan di daerah Bekasi – Jawa Barat. Kerjaan tarumanegara di pimpin oleh Raja Purnawarman Di daerah bogor bisa kita jumpai sebanyak lima prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara diantaranya: yaitu prasasti Jambu, Muara Cianten, Caruteun, Kebun Kopi dan Pasir Awi. Sebuah prasasti dijumpai prasasti Tugu di daerah Cilingcing Jakarta Utara, dan prasasti Muncul di Lebak Banten Selatan.

3. Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah Indonesia. Kerajaan ini tidak hanya terkenal di Nusantara, namun juga dikenal oleh setiap bangsa yang berada di luar Bumi Pertiwi. Letaknya yang strategis dan dekat dengan Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan yang ramai menjadikan Kerajaan Sriwijaya begitu terkenal. Kerajaan ini juga dikenal dapat menghubungkan pedagang yang berasal dari Cina dengan pedagang dari India maupun Romawi. Kehidupan politiknya dapat dilihat dari pemerintahan beberapa raja, di antaranya:
Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Ia merupakan pendiri Kerajaan Sriwijaya yang juga berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga wilayah Jambi.
Balaputera Dewa. Masa pemerintahan Raja Balaputera Dewa dimulai sekitar tahun 850 M dan pada saat itu kerajaan ini mengalami perkembangan yang pesat pada sektor pelayaran dan perdagangan rakyat. Di bawah pemerintahaan Balaputera Dewa, kerajaan ini berhasil mengadakan hubungan dengan Kerajaan Chola dan Benggala.
Sri Sanggarama Wijayatunggawarman. Pada pemerintahannyalah, Kerajaan Sriwijaya dikhianati dengan diserang Kerajaan Chola.
Wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya bermulai dari daerah Palembang setelah sebelumnya berada di Muara Takus. Di sinilah Kerajaan Sriwijaya menguasai daerah di sekitarnya secara mudah.

4. Kerajaan Mataram Hindu Kuno

Kerajaan mataram hindu berdiri di jawa tengah dengan ibu kota medang kemulaan raja-raja yang memerintah ialah
a)      Sanna
b)      Sanjaya, bergelar rakai mataram ratu sajaya
c)      Rakai penangkaran, bergelar syailendra sri maharaja dyah pancapana rakai panangkaran
Setelah pemerintahan rakai panangkaran, mataram pecah menjadi dua. Sebagian memeluk agama budha, sebagian lagi memeluk agama hindu syeilendra budha berkuasa di jawa tengah selatan, sedangkan syeilendra hindu berkuasa di sekitar pegunungan dieng. Pada masa pemerintahan rakai pikatan mataram disatukan kembali dan raja-raja selanjutnya ialah :
a)      Rakai pikatan
b)      Balitung, bergelar rakai watukurung
c)      Daksa
d)     Tulodong
e)      Wawa
f)       Empu sendok
Pada pemerintahan empu sendok ia memindahkan pusat pemerintahan syailendra ke jawa timur pada tahun 929, kemudian membentuk wangsa baru yaitu wangsa isyana

5. Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri diperintah oleh raja Sri Samarawijaya sedangkan kerajaan jenggala diperintah oleh raja mapanji garasakan. Perebutan kekuasan antara jenggala dan Kediri berlangsung sampai tahun 1502. Selanjutnya selama kurang lebih stengah abad kedua kerajaan itu tidak disebut-sebut lagi oleh sejarah. Tahun 1117 kerajaan ini tampil kembali dengan raja nya:
a)      Sri maha raja rakai sirikan sri kameswara
b)      Jayabhaya, bergelar sri maharaja sang mapanji jayabhaya. Pada masa ini kitab bratahayudha digubah oleh empu sedah dan dilanjutkan oleh empu panuluh (empu sedah meninggal sebelum kitabnya selesai) empu panuluh juga menulis kitab buku hariwangsa dan gatutkacasraya.
c)      Sri Aryeswara
d)     Kameswara, bergelar Sri Maha Raja Sri Kameswara Triwikramawarata

6. Kerajaan Singgasari

Singasari adalah salah satu kerajaan di Jawa yang letak kerajaanya ada di daerah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pendiri kerajaan Singasari adalah Ken Arok, pada tahun 1222 M. Berdirinya kerajaan singasari ini adalah berawal dari kerajaan Tumapel yang dikuasai oleh seorang akuwu ( bupati ). Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaan ketika dipimpin oleh Raja Kertanegara (1268-1292) yang bergelar Maharajadhiraja Kertanegara Wikrama Dharmottunggadewa.
Ken Arok sebagai raja pertama Kerajaan Singasari bergelar Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi dan dinastinya bernama Dinasti Girindrawangsa (Dinasti Keturunan Siwa). Pendirian dinasti ini bertujuan menghilangkan jejak tentang siapa sebenarnya Ken Arok dan mengapa ia berhasil mendirikan kerajaan. Di samping itu, agar keturunan-keturunan Ken Arok (bila suatu saat menjadi raja besar) tidak ternoda oleh perilaku dan tindakan kejahatan yang pemah dilakukan oleh Ken Arok. Raja Ken Arok memerintah pada tahun 1222-1227 M. Masa pemerintahan Ken Arok diakhiri secara tragis, saat ia dibunuh oleh kaki tangan Anusapati, yang merupakan anak tirinya (anak Ken Dedes dengan suami pertamanya Tunggul Ametung). Keruntuhan kerajaan singasari di awali dari Kerajaan Singasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa dan akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelanggelang, yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh. Setelah runtuhnya Singasari, Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kadiri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singasari pun berakhir.
  
7. Kerajaan Majapahit

Majapahit adalah kerajaan besar di pulau Jawa berpusat di Jawa Timur, Indonesia, dan berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 M dan menguasai sebagian besar wilayah nusantara,Letak dan Lokasi kerajaan majapahit berawal dari sebuah desa kecil di kawasan hutan tarik ini. Pendiri pendiri kerajaan majapahit ialah Raden Wijaya yang di nobatkan dengan nama Kertarajasa Jaya Wardana. Berdasarkan kitab negara Kartagama di masa keemasannya, Majapahit adalah kerajaan dengan budaya keraton yang Adiluhur, anggun dan canggih. Cita rasa seni dan sastranya tinggi dengan sistem ritual keagamaannya yang rumit dua agama besar Hindu-Budha yang di anut masyarakatnya hidup berdampingan dalam harmoni tidak mengherankan jika Majapahit di gambarkan sebagai Mandala Raksasa yang membentang dari Sumatera hingga ke Papua. kejayaan kerajaan majapahit mencapai puncaknya di masa Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada pada abad ke-14. Sayang setelah Hayam Wuruk wafat kejayaan kerajaan Majapahit lambat laun meredup dan mengalami kemunduran akibat konflik kekuasaan dan perang saudar



Tidak ada komentar:

Posting Komentar