Sabtu, 04 Juni 2016

Seni Pertunjukan atau Teater Rakyat

Seni Pertunjukan atau Teater Rakyat

1. Kethoprak


    Kethoprak merupakan kesenian teater yang bersal dari jawa tenggah yang sumber ceritanya berdasarkan babad atau cerita rakyat. Dikatakan bahwa ketoprak muncul pada pertengahan akhir abad XIX di daerah pedalaman antara kota Surakarta dan Yogyakarta. Pada sekitar tahun 1977, ketoprak mulai dikembangkan sebagai bentuk hiburan musikal di beberapa daerah di Jawa, yang dipentaskan pascapanen atau dalam suatu perayaan masyarakat. Musik kothekan digunakan untuk mengiringi pertunjukan tersebut, yaitu dengan menggunakan lesung dan alu. Pertunjukan tersebut dilangsungkan pada malam hari. Satu atau dua orang memukul lesung, beberapa orang memanggil penduduk desa yang lain, beberapa orang yang datang ikut memukul lesung, dan ada pula yang menari. Awal mulanya seperti itu. Lalu pada akhir abad XIX diberi cerita sederhana. Alat musik pun diperbanyak dengan menambahkan kendang, seruling, dan tamburin.

2. Lenong



    Pentunjukan sandiwara yang bersal dari daerah DKI Jakarta peertunjukan ini biasa nya diiringi dengan music gambang kromong sebagi ciri khasnya dengan alat-alat musik seperti gambang, kromong, gong, kendang, kempor, suling, dan kecrekan, serta alat musik unsur Tionghoa seperti tehyan, kongahyang, dan sukong. Lakon atau skenario lenong umumnya mengandung pesan moral, yaitu menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela

3. Ludruk


    Ludruk adalah Kesenian khas jawa timur, semacam sandiwara yang semua pemainnya adalah laki-laki termasuk yang memainkan peran perempuan Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang dengan mengambil cerita Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, dan bersifat menghibur. Sejarah Asal kata ludruk dari gela-gelo (menggeleng-gelengkan kepala) dan gedrak-gedruk (menghentakkan kaki ke lantai). Adapula yang mengatakan dari kata 'leuk en druk' yang berarti bersenang senang atau melihat pertunjukkan lucu. Pada awalnya, Ludruk di sebut Lerok. 

4. Mamanda



Mamanda seni teater yang bersal dari Kalimantan selatan yang biasa menceritakan tentang tentang pertentangan dengan penguasa yang kuarang bijak dengan masyarakat yang baik

5. Reog



Reog adalah kesenian rakyat yang bersal dari ponorogo dan kini berkembang di lintas budaya tersebut, cerita nya diambil dari cerita rakyat tentang kesaktian prabu kala sewandono yang berhasil menaklukan raja singobarong. Dan menyajikan pertunjukan yang belum pernah ada. Manusia berkepala harimau dan berjubah bulu merak. Dalam pertunjukan disebut dada merak, dikawal siluman atau para setan dan prajurit berkuda. Iringan gamelannya bersifat dinamis, sehingga pertunjukannya aktraktif dan sering diselingi dengan permainan yang berbau mistis.

6. Wayang Golek


Wayang golek adalah kesenian wayang yang berasal dari jawa barat dengan sumber cerita yang berasal dari kitab brata yudha, dan Ramayana, seperti halnya wayang purwa dilakukan oleh seorang dalang dibantu oleh para pesinden (penyanyi) di iringi gamelan. Wujud wayang dari boneka. Kini untuk memikat generasi muda kini pertunjukan wayang golek sudah diselingi jaipong dan lawak.

7. Wayang Kulit



Kesenian tradisional yang hidup di jawa tengah khususnya daerah Jogjakarta wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang, diiringi oleh gamelan lengkap oleh waranggana. Sumber cerita wayang kulit adalah Mahabrata dan Ramayana, dimainkan semalam suntuk meski kini ada yang hanya 4 jam disebut pakeliran padat. Wayang sendiri dibuat dari kulit sapi, sungging/dipahat dengan dimensi miring. Pagelaran wayang kulit kontemporer di iringi dengan gamelan jawa dan lantunan tembang dari pesinden.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar