Sabtu, 04 Juni 2016

PERKENALAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PERKENALAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

A. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN MANUSIA

    1. Sifat Unik Manusia
Dibanding dengan mahluk lain, jasmani manusia adalah lemah, sedang akal budi atau rohani nya dan kemauannya sangat kuat, manusia tidak dapat terbang seperti elang, tidak dapat berenang seperti secepat buaya, tidak memepunyai belalai seperti gajah,tidak mempunyai gigi berbisa seperti ular dan tidak dapat mengubah warna kulit seperti bunglon.manusia juga tidak punya tanduk taji atau sengat maka untuk membela diri terhadap serangan mahluk lain dan untuk melindungi diri dari pengaruh lingkungan yang membuat manusia merugi maka manusia menggunakan akal budi yang cemerlang kemauan yang keras membuat manusia mampu mengendalikan jasmaninya. Hal ini dapat menimbulkan efek yang negatif, misalnya manusia dapat mogok makan, dan meminum-minuman keras hingga mabuk bahkan dapat bunuh diri. Apabila tubuh mendapat pengaruh yang negatif dari lingkungan maka timbul reaksi yang mendorong tubuh supaya tetap menerima pengaruh yang negatif itu.  Hal seperti ini jarang kita jumpai pada hewan. Jadi, sifat unik manusia itu adalah akal budi dan kemauannya menaklukkan jasmaninya.

2. Rasa Ingin Tahu
Dengan pertolongan akal budinya, manusia menemukan berbagai cara untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan. Akan tetapi adanya akal budi itu juga menimbulkan rasa ingin tahu yang terus berkembang. Rasa ingin tahu itu tidak dapat dipuaskan. Apabila salah satu soal dapat dipecahkan maka timbul masalah lain yang menunggu penyelesaian. Akal budi manusia tidak pernah puas dengan ilmu pengetahuan yang dia milikinya. Selalu timbul rasa keinginan untuk menambah ilmu pengetahuan itu.
Rasa ingin tahu manusia mendorong manusia melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul didalam pikirannya. Kegiatan manusia itu kadang-kadang kurang serasi dengan tujuan nya sehingga tidak dapat menimbulkan pemecahan. Akan tetapi biasa nya kegagalan tidak menimbulkan rasa putus asa, bahkan seringkali menimbulkan semangat yang menyala-nyala untuk memecahkan persoalan.dengan semangat yang makin berkobar ini, diadakanlah kegiatan-kegiatan lain yang dianggap lebih serasi dan dapat diharapkan akan menghasilkan pemecahan masalah yang memuaskan. Kegiatan untuk mencari pemecahan bisa berupa :

a.  penyelidikan langsung
b.  penggalian dari penyelidikan yang sudah pernah diperoleh orang lain
c.  kerjasama dengan penyelidikan-penyelidikan yang juga sedang memecahkan soal yang  sama atau yang sejenis.

Sebenarnya setiap orang memiliki rasa ingin tahu meskipun kekuatan dan intensitasnya tidak semua sama, sedangkan bidang minat nya pun berbeda-beda. Ada yang ingin tahu bagaimana kebudayaan nenek moyang kita, ada yang ingin tahu cara-cara menanggulangi masalah kependudukan dewasa ini, ada juga yang ingin menemukan cara paling efektif untuk mengajarkan IAD (ilmu budaya dasar). Tiap individu atau kelompok individu mempunyai rasa ingin tahu yang kuat untuk beberapa bidang, sedangkan untuk bidang-bidang lain, rasa ingin tahunya agak lemah atau bahkan sama sekali tidak ada. Rasa ingin tahu dapat diperkuat atau diperlemah oleh lingkungan.
Jadi rasa ingin tahu manusia pada tiap saat belum tentu sama kuat, dengan demikian pula kelompok fenomena yang menimbulkan rasa ingin tahu biasa nya berbeda-beda dan cenderung berubah-ubah.menurut keadaan. Tidak mungkin setiap individu mempunyai rasa ingin tahu yang sama kuat terhadap segala fenomena yang terjadi dalam alam,
Rasa ingin tahu yang berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan pembendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri. Hal ini tidak saja meliputi kebutuhan-kebutuhan peraktis utuk hidupnya sehari-hari seperti bercocok tanam, membuat panah atau lembing yang lebih efektif untuk berburu, tetapi kemampuan manusia juga berkembang sampai pada hal keindahan.
Dengan selalu berlangsungnya perkembangan ilmu pengetahuan itu tampak lebih nyata bahwa manusia berbeda dengan hewan. Manusia merupakan mahluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tinggi jika dibandingkan dengan hewan atau mahluk hidup lainnya.

3. Rasa Ingin Menyebapkan Alam Pikiran Manusia Berkembang

Ada dua macam perkembangan yang akan kita tinjau, yaitu:
a. perkembangan alam pikiran manusia dari zaman purba hingga dewasa ini
b. perkembangan alam pikiran manusia sejak dilahirkan hingga akhir hayat nya

Ad. a: pada zaman purba manusia sudah menghadapi berbagai teka-teki: terbit dan terbenam nya matahari perubahan bentuk bulan, pertumbuhan dan pembiakan mahluk hidup, adanya angina, petir, hujan dan pelangi. Terdorong oleh rasa ingin tahunya yang sangat kuat manusia purba mulai menyelidiki apa penyebap terjadinya fenomena-fenomena itu.dan apa akibatnya. Penyelidikan ini menghasilkan banyak jawaban atas berbagai persoalan, tetapi kemudian timbul masalah-masalah baru. Dengan demikian, alam pikiran manusia purba mulai berkembang. Perkembangan itu berlangsung sampai sekarang dan akan berlanjut sampai pada masa yang akan datang, meskipun setiap orang memiliki rasa ingin tahu, tidak setiap orang mampu dan mau melakukan penyelidikan sendiri. Banyak yang sudah merasa puas dengan memilih jalan pintas dengan bertanya kepada orang lain. Yang telah mengadakan penyelidikan atau bertanya kepada seorang yang telah bertanya itu. Cara dengan menggunakan jalan pintas ini pun menyebapkan alam piker manusia berkembang. Pengetahuan yang terkumpul ini pun diwarisi dari generasi ke generasi dan selalu ditambah dengan pengetahuan baru.
Ad. a. alam pikiran seorang bayi yang baru lahir mengalami perkembangan yang hamper serupa . ketika anak kecil memperhatikan lingkungan, muncul berbagai macam pertanyaan dalam pikirannya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu mereka mengadakan penyelidikan sendiri atau bertanya kepada ibu, ayah, kakak atau orang lain yang mengasuhnya. Dengan demikian, alam pikiran anak berkembang dengan pesat, rasa ingin tahu seorang anak akan melemah apabila orang-orang disekelilingnya sibuk, terlalu malas atau terlalu bodoh untuk memuaskan rasa ingin tahu anak itu. Dengan demikian alam pikiran anak itu akan terhambat. Jadi alam pikiran manusia berkembang terutama karena adanya dorongan dari dalam yaitu rasa ingin tahu.                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar